Breaking News

Kemas Faried Meninjau langsung Lokasi Pembangunan Kolam Retensi Di Kawasan Pall V Kecamatan Kota Baru


 JAMBI – Pembangunan kolam retensi di kawasan Pall V, Kecamatan Kota Baru, terus menunjukkan progres positif. Proyek strategis yang dibiayai melalui APBN senilai Rp144 miliar itu diyakini akan menjadi salah satu solusi utama dalam mengurangi risiko banjir yang selama ini kerap melanda wilayah Kota Baru dan sekitarnya.


Hal tersebut disampaikan Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, saat meninjau langsung lokasi pembangunan kolam retensi bersama Wali Kota Jambi dan jajaran terkait pada Minggu (26/7).

Kemas Faried mengatakan, keberadaan kolam retensi diproyeksikan mampu menekan potensi banjir hingga sekitar 60 persen, khususnya di kawasan Kecamatan Kota Baru yang selama ini menjadi salah satu daerah rawan genangan saat curah hujan tinggi.


"Ini merupakan salah satu solusi jangka panjang untuk mengurangi banjir, terutama di wilayah Kecamatan Kota Baru. Tadi kami melihat langsung progresnya dan alhamdulillah pekerjaan berjalan sesuai target. Ke depan, pembangunan ini akan terus dipantau agar penyelesaiannya tepat waktu," ujarnya.


Menurutnya, manfaat kolam retensi tidak hanya sebatas sebagai infrastruktur pengendali banjir. Kawasan tersebut juga dirancang menjadi ruang publik yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.


"Nantinya tidak hanya berfungsi mengurai banjir, tetapi juga akan dilengkapi kawasan wisata, jogging track, dan ruang terbuka yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Dampaknya tentu akan menyentuh sektor ekonomi kerakyatan karena kawasan ini berpotensi menjadi destinasi baru di Kota Jambi," jelasnya.


Kemas Faried juga mengapresiasi sinergi antara Pemerintah Kota Jambi, Pemerintah Provinsi Jambi, dan pemerintah pusat dalam merealisasikan proyek tersebut. Menurutnya, kolaborasi lintas pemerintah menjadi kunci mengingat nilai investasi pembangunan yang cukup besar.

"Ini merupakan bentuk kolaborasi yang sangat baik antara pemerintah kota, provinsi, dan pusat. Anggaran pembangunannya berasal dari APBN sebesar Rp144 miliar, sementara proses pembebasan lahan dilakukan secara bersama-sama oleh pemerintah kota, provinsi, dan pusat," katanya.

Ia berharap seluruh tahapan pembangunan dapat berjalan lancar sehingga manfaat kolam retensi segera dirasakan masyarakat.


"Kami mohon doa dari seluruh masyarakat Kota Jambi agar pembangunan ini diberikan kemudahan, berjalan sesuai rencana, dan dapat segera selesai sehingga manfaatnya bisa dirasakan, baik dalam mengurangi banjir maupun meningkatkan kualitas lingkungan dan perekonomian masyarakat," tutupnya.

0 Komentar

© Copyright 2022 - Perkara Jambi