Breaking News

Maulana Percepat Kampung Bahagia Tahap II


 
Perkara Jambi Com.
JAMBI – Pemerintah Kota Jambi mulai menggulirkan Program Kampung Bahagia Tahap II dengan target pelaksanaan yang lebih cepat dibandingkan tahap pertama. Wali Kota Jambi, Maulana, menargetkan seluruh proses mulai dari sosialisasi, rembuk warga hingga penyusunan proposal dapat diselesaikan dalam waktu tiga bulan sehingga program sudah bisa direalisasikan pada Oktober 2026.

Maulana mengatakan, percepatan tersebut dilakukan setelah pemerintah melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Kampung Bahagia Tahap I yang sempat terkendala jadwal Ramadan dan Idulfitri sehingga prosesnya berlangsung lebih lama dari yang direncanakan.

"Tahap kedua kita percepat. Sekarang sudah masuk sosialisasi, kemudian dilanjutkan rembuk warga, pembentukan kelompok kerja (Pokja), menyusun skala prioritas hingga penyusunan proposal. Targetnya September seluruh proposal selesai dan dana sudah bisa disalurkan sehingga Oktober kegiatan sudah berjalan," ujarnya, Selasa (14/7/2026).

Ia mengungkapkan, capaian Program Kampung Bahagia Tahap I menjadi modal penting untuk melanjutkan program tersebut. Sepanjang pelaksanaannya, lebih dari 700 pembangunan infrastruktur berhasil direalisasikan, disertai ribuan kegiatan sosial dan ratusan program pemberdayaan ekonomi masyarakat yang tersebar di berbagai RT.

Menurut Maulana, keberhasilan terbesar program tersebut bukan hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga tingginya partisipasi masyarakat dalam mendukung pembangunan di lingkungannya masing-masing.
Ia mencontohkan salah satu RT di kawasan Simpang Tiga Sipin yang menerima dana program sebesar Rp100 juta. Namun berkat dukungan swadaya masyarakat, nilai pembangunan meningkat hingga mencapai sekitar Rp347 juta.

"Ada warga yang menyumbang uang, ada yang menghibahkan tanah, ada juga yang memberikan bantuan dalam bentuk lain. Ini menunjukkan semangat gotong royong masyarakat sangat luar biasa," katanya.

Meski demikian, Maulana mengakui masih ada beberapa RT yang memilih tidak mengikuti Program Kampung Bahagia. Salah satu alasannya karena wilayah tersebut berada di kawasan yang masih memiliki persoalan status lahan atau masuk zona tertentu sehingga pembangunan fisik dinilai belum memungkinkan.
"Itu hak mereka. Pemerintah tidak memaksa karena setiap wilayah memiliki kondisi dan pertimbangannya masing-masing," jelasnya.

Hasil evaluasi tahap pertama juga menunjukkan hampir seluruh kegiatan yang direncanakan berhasil dilaksanakan, bahkan sejumlah pekerjaan mampu melampaui target. Sebagai contoh, pembangunan drainase yang semula direncanakan sepanjang 100 meter dapat terealisasi hingga 130 meter berkat efisiensi dan partisipasi masyarakat.

Namun demikian, Maulana menilai aspek administrasi dan pelaporan masih menjadi perhatian yang harus terus diperbaiki. Untuk itu, Pemerintah Kota Jambi melibatkan Inspektorat dalam memberikan pendampingan kepada seluruh Pokja agar proses pertanggungjawaban penggunaan anggaran berjalan sesuai ketentuan.

Ia memastikan sistem penyaluran dana juga dirancang agar lebih aman dan transparan. Dana tidak diberikan secara tunai kepada pengelola, melainkan ditransfer langsung dari rekening bank ke penyedia barang atau jasa berdasarkan invoice yang telah diverifikasi.

"Semua transaksi dilakukan secara nontunai. Pokja tidak memegang uang tunai sehingga penggunaan anggaran lebih aman, transparan, dan mudah dipertanggungjawabkan," tegas Maulana.

Melalui percepatan Kampung Bahagia Tahap II, Pemerintah Kota Jambi berharap semakin banyak RT yang mampu menghadirkan pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat semangat gotong royong sebagai fondasi pembangunan di tingkat lingkungan.

0 Komentar

© Copyright 2022 - Perkara Jambi