JAMBI – Kota Jambi mulai mematangkan persiapan menjadi tuan rumah Healthy Cities Summit (HCS) ke-7 Tahun 2026, ajang berskala nasional yang akan mempertemukan pemerintah daerah untuk berbagi praktik terbaik dalam mewujudkan kota sehat.
Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra, mengatakan persiapan tidak hanya difokuskan pada aspek teknis penyelenggaraan, tetapi juga memastikan para peserta dapat melihat langsung berbagai inovasi pelayanan publik yang telah dijalankan Pemerintah Kota Jambi.
Menurut Diza, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) telah dibagi tugas untuk mendukung penyelenggaraan kegiatan tersebut. Selain mengikuti sesi pemaparan, peserta nantinya juga akan diajak mengunjungi berbagai lokasi yang menjadi representasi program unggulan Kota Jambi.
Beberapa program yang akan ditampilkan di antaranya Kampung Bahagia, Call Center Bahagia, hingga Command Operation Center (COC) yang selama ini menjadi bagian dari transformasi pelayanan publik di Kota Jambi.
"Peserta tidak hanya mengikuti pemaparan, tetapi juga melakukan kunjungan ke beberapa lokus di Kota Jambi untuk melihat langsung berbagai program unggulan yang telah berjalan," kata Diza.
Ia menegaskan, pemerintah kota ingin memberikan pelayanan terbaik selama pelaksanaan agenda nasional tersebut sekaligus memperkenalkan berbagai inovasi yang telah dikembangkan kepada daerah lain.
Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan, undangan juga telah disiapkan bagi sejumlah pejabat pemerintah pusat, mulai dari menteri, wakil menteri, kepala daerah dari berbagai wilayah di Indonesia, hingga Presiden Republik Indonesia. Kehadiran para pejabat tersebut masih menyesuaikan dengan agenda dan ketersediaan masing-masing.
Diza berharap Healthy Cities Summit 2026 menjadi ruang berbagi pengalaman antardaerah dalam pengembangan kota sehat. Di sisi lain, Kota Jambi juga ingin memanfaatkan forum tersebut untuk mempelajari berbagai inovasi yang telah diterapkan daerah lain.
"Harapannya, program-program yang kami miliki bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain..
Sebaliknya, kami juga ingin belajar dari pengalaman daerah lain melalui pertukaran informasi, khususnya dalam pengembangan sektor kesehatan dan pelayanan kepada masyarakat," ujarnya.

0 Komentar